Kamis, 08 Desember 2016

VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN MANGROVE

Analisis Jurnal Metode Penelitian Sosial

 VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN MANGROVE
DI DESA PALAES KECAMATAN LIKUPANG BARAT
KABUPATEN MINAHASA UTARA
Benu Olfie L. Suzana
Jean Timban
Rine Kaunang
Fandi Ahmad




Pembahasan
            Sampel sering didefinisikan sebagai bagian dari suatu populasi. Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya contoh, Dalam suatu penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan sampel adalah memperhitungkan masalah efisiensi (waktu dan biaya) dan masalah ketelitian dimana penelitian dengan pengambilan sampel dapat mempertinggi ketelitian karena jika penelitian terhadap populasi belum tentu dapat dilakukan secara teliti.
            Adapun salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara pengumpulan sample dengan cara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan, pada kasus ini sample yang digunakan adalah sebanyak 30 responden masyarakat yang dijadikan responden adalah beberapa pemanfaat hutan mangrove, antara lain : nelayan, pencari kayu bakar, pengrajin daun nipah, dan juga pada masyarakat yang berhubungan dengan mangrove secara tidak langsung. untuk mengetahui keadaan umum lokasi penelitian dan kondisi hutan mangrove yang ada, juga dilakukan wawancara dengan aparat desa, petugas kehutanan setempat, dan juga warga desa.
Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkaninformasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.

Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat mengetahuibahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.
Pada penelitian, wawancara dapat berfungsi sebagai metode primer, pelengkap atau sebagai kriterium (Hadi, 1992). Sebagai metode primer, data yang diperoleh dari wawancara merupakan data yang utama guna menjawab pemasalahan penelitian. Sebagai metode pelengkap, wawancara berfungsi sebagai sebagai pelengkap metode lainnya yang digunakan untuk mengumpulkan data pada suatu penelitian. Sebagai kriterium, wawancara digunakan untuk menguji kebenaran dan kemantapan data yang diperoleh dengan metode lain. Itu dilakukan, misalnya, untuk memeriksa apakah para kolektor data memeang telah memperoleh data dengan angket kepada subjek suatu penelitian, untuk itu dilakukan wawancara dengan sejumlah sample subjek tertentu.
Konsep Pengukuran Variabel
Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah:
1. Nilai manfaat langsung yaitu nilai yang dihasilkandari pemanfaatan secara langsung hutan mangrove: potensi kayu (kayu bangunan dan kayu bakar), pengrajin daun nipah, penangkapan ikan, udang dan kepiting (Rp/tahun).
2. Nilai manfaat tidak langsung yaitu nilai yang dihasilkan dari pemanfaatan secara tidak langsung hutan mangrove: pemecah ombak (break water) (Rp/tahun)
3. Nilai manfaat pilihan yaitu nilai ekonomi yang diperoleh dari potensi pemanfaatan langsung maupun tidak langsung dari sebuah sumberdaya/ ekosistem di masa datang: nilai Biodiversity (Rp/tahun).
4. Biaya yaitu biaya yang dikeluarkan oleh pemanfaat hutan mangrove untuk mendapatkan komoditi dari hutan mangrove (Rp/tahun).


Tingkat pendidikan masyarakat Desa Palaes dari total penduduk sebanyak 1.115  iwa adalah 12 orang berpendidikan sarjana, 272 orang berpendidikan SLTA, 347 orang berpendidikan SLTP, 362 orang berpendidikan SD. Jumlah sarana dan prasarana sekolah yang ada di Desa Palaes masih sedikit. Di desa ini terdapat 1 bangunan Taman Kanak – Kanak (TK), 2 bangunan Sekolah Dasar (SD), dan 1 bangunan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
 Bahasa survey dapat disesuaikan dengan kemampuan atau tingkat pendidikan responden. Oleh karena itu lebih mudah untuk menghindarkan salah pengertian atau salah pengarahan dari pertanyaan yang ada. Walaupun demikian, perlu dicatat bahwa dalam survey tertentu adalah penting untuk petugas pencacah supaya tidak merubah kata-kata atau urutan pertanyaan yang ada, supaya mendapatkan jawaban yang bisa dipercaya. Dalam hal ini kepada petugas pencacah akan diberitahu selama mereka mengikuti latihan.
Hasil dan Pembahasan
     Hasil yang diperoleh dalam penelitian sosial ini adalah :
1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai ekonomi total hutan mangrove di  esa Palaes sebesar Rp10.888.218.123 per tahun, yang dihitung dari manfaat  langsung (Rp175.293.000 per tahun), manfaat tidak langsung (Rp10.671.627.483 per tahun) dan manfaat pilihan (Rp.41.297.640 per tahun).
2. Jika potensi kayu di eksploitasi didapat keuntungan sebesar Rp273.617.273 per tahun. Dapat disimpulkan bahwa jika hutan mangrove dipertahankan, maka keuntungan akan 39.8 kali lebih besar dibandingkan mengeksploitasi sumberdaya alam hutan mangrove Desa Palaes.
3. Berdasarkan perhitungan INP untuk mengetahui eksistensi suatu jenis dalam suatu komunitas yang dikaji, hutan mangrove Desa Palaes didominasi oleh jenis Rhizophora sebesar 109.499. Data INP dari jenis lainnya secara berturut-turut yaitu jenis Brugiera sebesar 58.088, jenis Ceriops sebesar 57.492, jenis Xilocarpus sebesar 41.491, jenis Sonneratia sebesar 20.860 dan jenis Avicennia sebesar 12.860.
Hasil penelitian nilai ekonomi hutan mangrove pada desa palaes didapat dari metode wawancara yang telah dilakukan dengan menggunakan sample sebanyak 30 warga yang mempunyai latar belakang pekerjaan yang berbeda dari pemanfaatan hutan mangrove didesa tersebut, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove merupakan hal penting pada Desa tersebut berkaitan dengan mata pencaharian mereka, dan jika hutan mangrove tersebut di eksploitasi maka akan menyebabkan kerugian yang mendalam bagi masyarakat Desa Palaes, metode penelitian sosial yang digunakan sangat membantu dalam penilaian ekonomi terhadap ekosistem hutan mangrove, serta kotribusinya terhadap masyarakat di wilayah tersebut, sehingga keberadaannya dapat diperhitungkan.