Analisis Jurnal Metode Penelitian Sosial
VALUASI
EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN MANGROVE
DI
DESA PALAES KECAMATAN LIKUPANG BARAT
KABUPATEN
MINAHASA UTARA
Benu
Olfie L. Suzana
Jean
Timban
Rine
Kaunang
Fandi Ahmad
Pembahasan
Sampel sering didefinisikan sebagai bagian
dari suatu populasi. Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya
contoh, Dalam suatu penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan
sampel adalah memperhitungkan masalah efisiensi (waktu dan biaya) dan masalah
ketelitian dimana penelitian dengan pengambilan sampel dapat mempertinggi
ketelitian karena jika penelitian terhadap populasi belum tentu dapat dilakukan
secara teliti.
Adapun salah satu metode yang
digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara pengumpulan sample dengan cara
purposive sampling, yaitu pengambilan
sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan, pada
kasus ini sample yang digunakan adalah sebanyak 30 responden masyarakat yang
dijadikan responden adalah beberapa pemanfaat hutan mangrove, antara lain : nelayan,
pencari kayu bakar, pengrajin daun nipah, dan juga pada masyarakat yang
berhubungan dengan mangrove secara tidak langsung. untuk mengetahui keadaan
umum lokasi penelitian dan kondisi hutan mangrove yang ada, juga dilakukan wawancara
dengan aparat desa, petugas kehutanan setempat, dan juga warga desa.
Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan
antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.
Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkaninformasi di mana sang pewawancara melontarkan
pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi
alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat
untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang
sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan
jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan
kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab ‘sepihak’
berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya
aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat
mengetahuibahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan
mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.
Pada penelitian, wawancara dapat berfungsi sebagai
metode primer, pelengkap atau sebagai kriterium (Hadi, 1992). Sebagai metode
primer, data yang diperoleh dari wawancara merupakan data yang utama guna
menjawab pemasalahan penelitian. Sebagai metode pelengkap, wawancara berfungsi
sebagai sebagai pelengkap metode lainnya yang digunakan untuk mengumpulkan data
pada suatu penelitian. Sebagai kriterium, wawancara digunakan untuk menguji
kebenaran dan kemantapan data yang diperoleh dengan metode lain. Itu dilakukan,
misalnya, untuk memeriksa apakah para kolektor data memeang telah memperoleh
data dengan angket kepada subjek suatu penelitian, untuk itu dilakukan
wawancara dengan sejumlah sample subjek tertentu.
Konsep Pengukuran Variabel
Variabel yang
akan diukur dalam penelitian ini adalah:
1. Nilai
manfaat langsung yaitu nilai yang dihasilkandari pemanfaatan secara langsung
hutan mangrove: potensi kayu (kayu bangunan dan kayu bakar), pengrajin daun
nipah, penangkapan ikan, udang dan kepiting (Rp/tahun).
2. Nilai
manfaat tidak langsung yaitu nilai yang dihasilkan dari pemanfaatan secara
tidak langsung hutan mangrove: pemecah ombak (break water) (Rp/tahun)
3. Nilai
manfaat pilihan yaitu nilai ekonomi yang diperoleh dari potensi pemanfaatan
langsung maupun tidak langsung dari sebuah sumberdaya/ ekosistem di masa
datang: nilai Biodiversity (Rp/tahun).
4. Biaya
yaitu biaya yang dikeluarkan oleh pemanfaat hutan mangrove untuk mendapatkan komoditi
dari hutan mangrove (Rp/tahun).
Tingkat
pendidikan masyarakat Desa Palaes dari total penduduk sebanyak 1.115 iwa adalah 12 orang berpendidikan sarjana,
272 orang berpendidikan SLTA, 347 orang berpendidikan SLTP, 362 orang
berpendidikan SD. Jumlah sarana dan prasarana sekolah yang ada di Desa Palaes
masih sedikit. Di desa ini terdapat 1 bangunan Taman Kanak – Kanak (TK), 2
bangunan Sekolah Dasar (SD), dan 1 bangunan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
(SLTP).
Bahasa survey dapat disesuaikan dengan kemampuan atau tingkat
pendidikan responden. Oleh karena itu lebih mudah untuk menghindarkan salah
pengertian atau salah pengarahan dari pertanyaan yang ada. Walaupun demikian,
perlu dicatat bahwa dalam survey tertentu adalah penting untuk petugas pencacah
supaya tidak merubah kata-kata atau urutan pertanyaan yang ada, supaya
mendapatkan jawaban yang bisa dipercaya. Dalam hal ini kepada petugas pencacah
akan diberitahu selama mereka mengikuti latihan.
Hasil dan
Pembahasan
Hasil yang diperoleh dalam penelitian
sosial ini adalah :
1.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai ekonomi total hutan mangrove
di esa Palaes sebesar Rp10.888.218.123
per tahun, yang dihitung dari manfaat langsung
(Rp175.293.000 per tahun), manfaat tidak langsung (Rp10.671.627.483 per tahun)
dan manfaat pilihan (Rp.41.297.640 per tahun).
2.
Jika potensi kayu di eksploitasi didapat keuntungan sebesar Rp273.617.273 per
tahun. Dapat disimpulkan bahwa jika hutan mangrove dipertahankan, maka
keuntungan akan 39.8 kali lebih besar dibandingkan mengeksploitasi sumberdaya
alam hutan mangrove Desa Palaes.
3.
Berdasarkan perhitungan INP untuk mengetahui eksistensi suatu jenis dalam suatu
komunitas yang dikaji, hutan mangrove Desa Palaes didominasi oleh jenis
Rhizophora sebesar 109.499. Data INP dari jenis lainnya secara berturut-turut
yaitu jenis Brugiera sebesar 58.088, jenis Ceriops sebesar 57.492, jenis
Xilocarpus sebesar 41.491, jenis Sonneratia sebesar 20.860 dan jenis Avicennia
sebesar 12.860.
Hasil
penelitian nilai ekonomi hutan mangrove pada desa palaes didapat dari metode
wawancara yang telah dilakukan dengan menggunakan sample sebanyak 30 warga yang
mempunyai latar belakang pekerjaan yang berbeda dari pemanfaatan hutan mangrove
didesa tersebut, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove
merupakan hal penting pada Desa tersebut berkaitan dengan mata pencaharian
mereka, dan jika hutan mangrove tersebut di eksploitasi maka akan menyebabkan
kerugian yang mendalam bagi masyarakat Desa Palaes, metode penelitian sosial
yang digunakan sangat membantu dalam penilaian ekonomi terhadap ekosistem hutan
mangrove, serta kotribusinya terhadap masyarakat di wilayah tersebut, sehingga
keberadaannya dapat diperhitungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar